Sinusitis adalah peradangan yang terjadi pada rongga sinus. Sinusitis banyak ditemukan pada penderita hay fever yang mana pada penderita ini terjadi pilek menahun akibat dari alergi terhadap debu dan sari bunga. Sinusitis juga dapat disebabkan oleh bahan bahan iritan seperti bahan kimia yang terdapat pada semprotan hidung serta bahan bahan kimia lainnya yang masuk melalui hidung. Jangan dilupakan kalau sinusitis juga bisa disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri. Tulisan kali ini lebih menitikberatkan pembahasan pada sinusitis yang disebabkan oleh infeksi.
Apa yang menyebabkan sinusitis?
Sinusitis dapat terjadi bila terdapat gangguan pengaliran udara dari dan ke rongga sinus serta adanya gangguan pengeluaran cairan mukus. Adanya demam, flu, alergi dan bahan bahan iritan dapat menyebabkan terjadinya pembengkakan pada ostia sehingga lubang drainase ini menjadi buntu dan mengganggu aliran udara sinus serta pengeluaran cairan mukus. Penyebab lain dari buntunya ostia adalah tumor dan trauma. Drainase cairan mukus keluar dari rongga sinus juga bisa terhambat oleh pengentalan cairan mukus itu sendiri. Pengentalan ini terjadi akibat pemberiaan obat antihistamin, penyakit fibro kistik dan lain lain. Sel penghasil mukus memiliki rambut halus (silia) yang selalu bergerak untuk mendorong cairan mukus keluar dari rongga sinus. Asap rokok merupakan biang kerok dari rusaknya rambut halus ini sehingga pengeluaran cairan mukus menjadi terganggu. Cairan mukus yang terakumulasi di rongga sinus dalam jangka waktu yang lama merupakan tempat yang nyaman bagi hidupnya bakteri, virus dan jamur.
Apa saja tipe sinusitis?
Sinusitis dapat dibagi menjadi dua tipe besar yaitu berdasarkan lamanya penyakit (akut, subakut, khronis) dan berdasarkan jenis peradangan yang terjadi (infeksi dan non infeksi). Disebut sinusitis akut bila lamanya penyakit kurang dari 30 hari. Sinusitis subakut bila lamanya penyakit antara 1 bulan sampai 3 bulan, sedangkan sinusitis khronis bila penyakit diderita lebih dari 3 bulan. Sinusitis infeksi biasanya disebabkan oleh virus walau pada beberapa kasus ada pula yang disebabkan oleh bakteri. Sedangkan sinusitis non infeksi sebagian besar disebabkan oleh karena alergi dan iritasi bahan bahan kimia. Sinusitis subakut dan khronis sering merupakan lanjutan dari sinusitis akut yang tidak mendapatkan pengobatan adekuat.
Apa saja gejala sinusitis?
Gejala sinusitis yang paling umum adalah sakit kepala, nyeri pada daerah wajah, serta demam. Hampir 25% dari pasien sinusitis akan mengalami demam yang berhubungan dengan sinusitis yang diderita. Gejala lainnya berupa wajah pucat, perubahan warna pada ingus, hidung tersumbat, nyeri menelan, dan batuk. Beberapa pasien akan merasakan sakit kepala bertambah hebat bila kepala ditundukan ke depan. Pada sinusitis karena alergi maka penderita juga akan mengalami gejala lain yang berhubungan dengan alerginya seperti gatal pada mata, dan bersin bersin.
Bagaimana mendiagnosa sinusitis?
Sinusitis sebagian besar sudah dapat didiagnosa hanya berdasarkan pada riwayat keluhan pasien serta pemeriksaan fisik yang dilakukan dokter. Hal ini juga disebabkan karena pemeriksaan menggunakan CT Scan dan MRI yang walaupun memberikan hasil lebih akurat namun biaya yang dikeluarkan cukup mahal. Pada pemeriksaan fisik akan ditemukan adanya kemerahan dan pembengkakan pada rongga hidung, ingus yang mirip nanah, serta pembengkakan disekitar mata dan dahi. Pemeriksaan menggunakan CT Scan dan MRI baru diperlukan bila sinusitis gagal disembuhkan dengan pengobatan awal. Rhinoskopi, sebuah cara untuk melihat langsung ke rongga hidung, diperlukan guna melihat lokasi sumbatan ostia. Terkadang diperlukan penyedotan cairan sinus dengan menggunakan jarum suntik untuk dilakukan pemeriksaan kuman. Pemeriksaan ini berguna untuk menentukan jenis infeksi yang terjadi.
Bagaimana mengobati sinusitis?
Untuk sinusitis yang disebabkan oleh karena virus maka tidak diperlukan pemberian antibiotika. Obat yang biasa diberikan untuk sinusitis virus adalah penghilang rasa nyeri seperti parasetamol dan dekongestan. Curiga telah terjadi sinusitis infeksi oleh bakteri bila terdapat gejala nyeri pada wajah, ingus yang bernanah, dan gejala yang timbul lebih dari seminggu. Sinusitis infeksi bakteri umumnya diobati dengan menggunakan antibiotika. Pemilihan antibiotika berdasarkan jenis bakteri yang paling sering menyerang sinus karena untuk mendapatkan antibiotika yang benar benar pas harus menunggu hasil dari biakan kuman yang memakan waktu lama. Lima jenis bakteri yang paling sering menginfeksi sinus adalahStreptococcus pneumoniae, Haemophilus influenzae, Moraxella catarrhalis, Staphylococcus aureus, danStreptococcus pyogenes. Antibiotika yang dipilih harus dapat membunuh kelima jenis kuman ini. Beberapa pilihan antiobiotika antara lain amoxicillin, cefaclor, azithromycin, dan cotrimoxazole. Jika tidak terdapat perbaikan dalam lima hari maka perlu dipertimbangkan untuk memberikan amoxicillin plus asam klavulanat. Pemberian antibiotika dianjurkan minimal 10 sampai 14 hari. Pemberian dekongestan dan mukolitik dapat membantu untuk melancarkan drainase cairan mukus. Pada kasus kasus yang khronis, dapat dipertimbangkan melakukan drainase cairan mukus dengan cara pembedahan.
Nutrisi yang dapat membantu para penderita sinus, selain mengonsumsi air yang cukup, yaitu:
Nanas
Nanas dapat membantu mengurangi sinus karena mengandung bromelain, enzim yang dapat membantu meringankan gejala sinus. Bromelain mengandung sifat anti-inflamasi yang membantu mengurangi inflamasi (radang) dan bengkak di bagian hidung. Ini didasarkan pada artikel yang dipublikasikan dalam Cellular and Molecular Life Sciences edisi Agustus 2001.
Nanas dapat membantu mengurangi sinus karena mengandung bromelain, enzim yang dapat membantu meringankan gejala sinus. Bromelain mengandung sifat anti-inflamasi yang membantu mengurangi inflamasi (radang) dan bengkak di bagian hidung. Ini didasarkan pada artikel yang dipublikasikan dalam Cellular and Molecular Life Sciences edisi Agustus 2001.
Yogurt
Yoghurt mengandung lactobacillus, yang merupakan probiotik (bakteri baik) yang dapat berkontribusi untuk mengurangi alergi sehingga tidak memperburuk infeksi sinus. Selain itu, probiotik dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh.
Yoghurt mengandung lactobacillus, yang merupakan probiotik (bakteri baik) yang dapat berkontribusi untuk mengurangi alergi sehingga tidak memperburuk infeksi sinus. Selain itu, probiotik dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh.
Sayuran dan buah-buahan
Quercetin merupakan enzim dalam pigmen tumbuhan yang berperan terhadap warna dalam sayuran dan buah-buahan. Pigmen ini juga bertindak sebagai antihistamin. Quercetin ditemukan dalam buah bit, aprikot, selederi, apel, jeruk, brokoli, kecambah, ceri, kangkung, bayam, pir dan persik.
Quercetin merupakan enzim dalam pigmen tumbuhan yang berperan terhadap warna dalam sayuran dan buah-buahan. Pigmen ini juga bertindak sebagai antihistamin. Quercetin ditemukan dalam buah bit, aprikot, selederi, apel, jeruk, brokoli, kecambah, ceri, kangkung, bayam, pir dan persik.
Pasien dengan penyakit sinus juga harus merespons dengan melakukan langkah-langkah berikut, seperti dilansir Sinuswars:
1. Segera mengobati alergi dan pilek
2. Gunakan filter udara untuk membantu menghilangkan alergen dari udara.
3. Hindari polusi udara seperti asap
4. Berhenti merokok
5. Mengurangi konsumsi alkohol
6. Sinus kronis atau akut harus mengurangi perjalanan udara. Karena gelembung udara terperangkap dalam tubuh mengembang seperti tetes tekanan udara di pesawat akan menekan jaringan di sekitarnya dan dapat menyebabkan penyumbatan pembuluh Eustachio (saluran yang menghubungkan telinga ke tenggorokan). Jika Anda masih harus melakukan perjalanan, gunakan tetes hidung dekongestan atau inhaler sebelum penerbangan.
7. Minum banyak air
8. Hindari berenang di kolam renang berklorinasi
9. Hindari menyelam
10. Hindari suhu ekstrem yang terlalu panas atau dingin
11. Mandi uap
12. Mengurangi stres
13. Gunakan ramuan alami untuk memperlancar aliran lendir.
2. Gunakan filter udara untuk membantu menghilangkan alergen dari udara.
3. Hindari polusi udara seperti asap
4. Berhenti merokok
5. Mengurangi konsumsi alkohol
6. Sinus kronis atau akut harus mengurangi perjalanan udara. Karena gelembung udara terperangkap dalam tubuh mengembang seperti tetes tekanan udara di pesawat akan menekan jaringan di sekitarnya dan dapat menyebabkan penyumbatan pembuluh Eustachio (saluran yang menghubungkan telinga ke tenggorokan). Jika Anda masih harus melakukan perjalanan, gunakan tetes hidung dekongestan atau inhaler sebelum penerbangan.
7. Minum banyak air
8. Hindari berenang di kolam renang berklorinasi
9. Hindari menyelam
10. Hindari suhu ekstrem yang terlalu panas atau dingin
11. Mandi uap
12. Mengurangi stres
13. Gunakan ramuan alami untuk memperlancar aliran lendir.
Sumber : www.Go4HealthyLife.com

Tidak ada komentar:
Posting Komentar