Pengertian
Appendiks adalah ujung seperti jari yang kecil panjangnya kira-kira 10 cm 94 inci), melekat pada sekum tepat di bawah katup ileosekal. Appendiks berisi makanan dan mengosongkan diri secara teratur ke dalam sekum. Karena pengosongannya tidak efektif dan lumennya kecil, appendiks cenderung menjadi tersumbat dan rentan terhadap infeksi.
Appendiksitis perforasi adalah merupakan komplikasi utama dari appendiks, dimana appendiks telah pecah sehingga isis appendiks keluar menuju rongga peinium yang dapat menyebabkan peritonitis atau abses.
Etiologi
- Penyebab belum pasti
- Faktor yang berpengaruh :
· Obstruksi: hiperplasi kelenjar getah bening (60%), fecalit (massa keras dari feses) 35%, corpus alienum (4%), striktur lumen (1%).
· Infeksi: E. Coli dan steptococcus.
· Tumor
Apendiks terimplamasi dan mengalami edema sebagai akibat atau tersumbat, kemungkinan oleh fekalit (massa keras dari feses), tumor, atau benda asing. Proses implamasi meningkatkan tekanan intraluminal menimbulkan nyeri abdomen atas atau menyebar hebat secara progesif dalam beberapa jam, terlokalisasi di kuadran kanan bawah dari abdomen. Akhirnya appendiks yang terimplamasi berisi pus.
Appendiksitis akut setelah 24 jam dapat menjadi:
· Sembuh
· Kronik
· Perforasi
· Infiltrat → abses
Tanda dan Gejala
· Nyeri kuadran bawah terasa dan biasanya disrtai dengan demam ringan, mual, muntah dan hilangnya nafsu makan.
· Nyeri tekan local pada tititk McBurney bila dilakukan tekanan.
· Nyeri tekan lepas dijumpai
· Terdapat konstipasi atau diare
· Nyeri lumbal, bila appendiks melingkar dibelakang sekum
· Nyeri defekasi, bila appendiks berada dekat rektal
· Nyeri kemih, jika ujung appendiks berada di dekat kandung kemih atau ureter.
· Pemeriksaan rektal positif jika ujung appendiks berada di ujung pelvis
· Tanda Rovsing dengan melakukan palpasi kuadran kiri bawah yang secara paradoksial menyebabkan nyeri kuadran kanan.
· Apabila appendiks sudah ruptur, nyeri menjadi menyebar, disertai abdomen terjadi akibat ileus paralitik.
· Pada pasien lansia tanda dan gejala appendiks sangat bervariasi. Pasien mungkin tidak mengalami gejala sampai terjadi ruptur appendiks.
Pengertian Tindakan Operasi
Appendiktomi adalah suatu bentuk pembedahan yang dilakukan untuk mengangkat appendiks yang meradang dan perlu dilakukan segera mungkin untuk menurunkan resiko perforasi (Smeltzer 2002)
Tujuan Tindakan Operasi
1. Mencegah derajat sumbatan yang terus menerus
2. Mencegah Sekresi mukus yang terus menerus
3. Mengangkat appendiks yang sudang mengalami peradangan
Persiapan Perioperatif di Ruangan
Diberikan antibiotik dan kompres untuk menurunkan suhu penderita, pasien diminta untuk tirabaring dan dipuasakan selama 6 jam sebelum dilakukan operasi.
Jenis Anestesi :
· General anestesi: Face mask
· Premedikasi yang diberikan : Muscle relaxan : Atracurium
· Induksi Anestesi: Untuk induksi digunakan Propofol 80 mg I.V secara pelan
· Anestesi inhalasi: O2, Halothane
· Cairan : RL
Posisi anastesi : Terlentang
Persiapan Atau Prosedur Di Ruangan Operasi
Persiapan alat dan ruangan
· Alat tidak steril : Lampu operasi, Cuter unit, Meja operasi, Suction, Hepafix, gunting
· Alat steril : Duk besar 3, Baju operasi 4, Berbagai macam jenis jarum, benang (side 2/0, plain 2/0, cromik 2/0, Dekson 2/0)
· Set Appendiktomi
- Needle Holder 2 - Bengkok panjang - Kassa steril
- Bandle mest 1 - Hak sedang 1
- Pinset Cirugis 2 - Hak pacul 1
- Pinset anatomis panjang 2 - Gunting jaringan 1
- Klem bengkok 8 - Gunting benang 2
- Klem duk 3 - Pisturi 1
- Koker panjang 2 - Kom 3
- Pean lurus 1 - Penjepit kassa
Prosedur Operasi :
· Pasien sudah teranastesi GA
· Tim bedah melakukan cuci tangan
· Tim bedah memakai baju operasi
· Lakukan disinfeksi pada daerah yang akan dilakukan sayatan dengan arah dari dalam keluar.dibri alkohol 2x, betadine 2x
· Pasang duk pada daerah yang telah di disinfeksi
· Hidupkan cuter dan cek fungsinya
· Lakukan sayatan dengan hand mest dengan arah paramedian
· Robek subkutis dengan cuter hingga terlihat lapisan vasia
· Robek lapisan vasia dengan hand mest
· Lakukan pemisahan otot dengan tehnik splite sampai terlihat lapisan peritonium
· Buka lapisan peritonium dengan menggunakan gunting
· Cari panggul app pada secum
· Jahit pangkal app dengan side 2/0
· Potong panggul app dengan gunting / pisturi, kemudian lamen pangkal app dengan cuter
· Jahit peritonium
· Jahit lapisan vasia dengan dekson 2/0
· Jahit lapisan subkutis dengan plain 2/0
· Jahit kulit dengan side 2/0
· Tutup luka jahitan dengan kaasa yang telaj diberi betadine dan beri hepafix
· Irisan app diberi alkohol dan dberi identitas pasien yang lengkap
Perawatan Pasca Operasi
pasca bedah klien dianjurkan untuk duduk tegak di tempat tidur selama 2 x 30 menit, hari berikutnya makanan lunak dan berdiri tegak di luar kamar,hari ketiga dilakukan perawatan luka operasi, hari ketujuh luka jahitan diangkat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar